Berita Desa

Desa Panembong Raih Dua Penghargaan atas Kontribusi Sukseskan GPBG 2026 yang Masuk Kurasi KEN Nasional

Kepala Desa Panembong, Yanto Kriswanto saat menerima Sertifikat Penghargaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Jum,at (29/5/2026). Foro: Dok.

 

DESAPANEMBONG.ID, – Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, kembali mencatat prestasi membanggakan. Desa tersebut menerima dua sertifikat penghargaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut atas kontribusi aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026, yang berhasil masuk dalam Kurasi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Penghargaan bernomor sertifikat 500.13/2357/DISPARBUD itu, diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran strategis Desa Panembong dalam mendukung pelaksanaan GPBG yang digelar pada 25 April 2026. Penyerahan penghargaan dilakukan pada kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kabupaten Garut di Aula Rapat Dinas Pertanian, Jumat (29/5/2026).

Kepala Desa Panembong, Yanto Kriswanto, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara.

“Ini bukan penghargaan untuk kepala desa, melainkan untuk seluruh warga Panembong. Sejak awal kami niatkan GPBG 2026 sebagai panggung desa. Ketika event nasional ini sukses dan nama Panembong ikut disebut, rasanya semua lelah terbayar lunas,” ujar Yanto di alun-alun Bayongbong, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Panembong ke Final dengan Sempurna, Banjarsari Jadi Lawan Terakhir Perebutan Gelar

Menurut Yanto, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Desa Panembong mampu tampil sebagai salah satu pelaku utama dalam pengembangan budaya, dan pariwisata daerah. Salah satu daya tarik yang ditampilkan dalam GPBG 2026 adalah kesenian tradisional unggulan Domba Garut – Dodombaan Panglipur Manah Sauyunan Kampung Babakan Ciharashas, yang menjadi simbol kekayaan budaya lokal yang terus dijaga dan diwariskan secara turun-temurun.

Selain itu, berbagai kesenian lokal binaan desa turut ditampilkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya Panembong kepada ribuan pengunjung yang hadir selama kegiatan berlangsung.

“Sertifikat ini adalah pengakuan bahwa desa kami sudah naik kelas. Potensi yang dimiliki warga mendapat perhatian hingga tingkat nasional. Ini menjadi modal sosial yang sangat penting untuk pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata desa ke depan,” katanya.

Dalam mendukung suksesnya GPBG 2026, Pemerintah Desa Panembong mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki. Berbagai produk unggulan UMKM dipamerkan, termasuk Teten Champion Bawang yang telah menjadi ikon pertanian setempat.

Yanto mengungkapkan, tantangan terbesar dalam persiapan GPBG 2026 adalah membangun koordinasi dan kesiapan masyarakat dalam waktu yang relatif singkat. Namun melalui komunikasi intensif, pelaksanaan tiga kali rembug warga, pembentukan lima kelompok kerja, serta pelibatan Karang Taruna dan PKK, seluruh tantangan tersebut dapat diatasi dengan baik.

Baca juga: Panembong dan Banjarsari Melaju ke Final, Semi Final Voli Putri Bayongbong 2026 Berlangsung Dramatis

“Awalnya ada keraguan dari warga, apakah kita sanggup atau tidak. Namun semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci keberhasilan. Semua pihak bergerak bersama demi nama baik desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut keberhasilan Desa Panembong didukung oleh tiga faktor utama, yakni kekompakan masyarakat, kekuatan produk unggulan desa, serta dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut.

“Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi fondasi utama. Tanpa kerja sama itu, penghargaan ini tidak mungkin diraih,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Panembong berkomitmen menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk memperkuat pengembangan Desa Wisata Panembong serta menyusun kalender kegiatan wisata dan budaya yang berkelanjutan sepanjang tahun.

“Tugas kami sekarang adalah menjaga momentum. Jangan berhenti pada penghargaan atau sertifikat. Kami ingin wisatawan datang ke Panembong tidak hanya saat GPBG berlangsung, tetapi sepanjang tahun,” tutup Yanto.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah mampu menghadirkan dampak positif bagi pengembangan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Keberhasilan Desa Panembong dalam mendukung GPBG 2026 sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu desa yang aktif mengangkat potensi lokal menuju panggung nasional. (PPID Desa Panembong)***

Kiriman Komentar

Warga Panembong

31 Mei 2026 03:48:41

Keren euy, semoga penghargaan ini jadi penyemangat buat terus mengembangkan potensi desa.

Beri Komentar