Baru tau ada Sekolah Sungai Cimanuk di Garut, keren kegiatannya. Salut!...
Usul Pak Kades, pialanya dipotong dua aja, Wkwk canda. Tapi emang dua tim ini seimbang banget. Juara...
Alhamdulillah, Garut keren! Semoga harga-harga di pasar beneran makin stabil ya Pak Bupati....
Panembong mantap! Banjarsari juga gak kalah hebat. Dua jempol buat semua pemain dan panitia turnamen....
Keren euy, semoga penghargaan ini jadi penyemangat buat terus mengembangkan potensi desa....
Ribuan masyarakat memadati Lapangan Otto Iskandar Dinata atau Alun-Alun Garut melaksanakan Salat Iduladha 1447 H bersama Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Rabu (27/5/2026). Foto: HYG***
DESAPANEMBONG.ID – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Otto Iskandar Dinata atau Alun-Alun Garut untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Rabu (27/5/2026).
Suasana khidmat terasa sejak pagi saat jemaah mengikuti rangkaian ibadah yang dipimpin KH. Muhammad Shufina sebagai imam. Sementara khutbah Iduladha disampaikan Ketua Penasihat PD Persis Garut, KH. Ena Sumpena.
Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat nilai kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan arti keikhlasan dan pengorbanan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun Kabupaten Garut.
“Pembangunan Garut tidak hanya cukup dengan program dan anggaran, tetapi membutuhkan kepekaan sosial, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” tegas Bupati.
Ia menambahkan, semangat berkurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan bentuk nyata kepedulian dan pengabdian demi kemaslahatan umat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Pemkab Garut tahun ini telah melepas 174 jemaah yang tergabung dalam Kloter 22 Kertajati.
Jumlah tersebut, kata dia, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebagai dampak kebijakan pemerintah pusat dalam pemerataan kesempatan berhaji bagi umat Islam di Indonesia.
“Meski jumlahnya berkurang, kita tetap bersyukur dan berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, kelancaran, serta kembali ke Garut menjadi haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh,” ujarnya.
Sementara itu, dalam khutbahnya, KH. Ena Sumpena mengangkat tema “Hakikat Ibadah Kurban dan Maqashidus Syariah”. Ia menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT sekaligus upaya menjaga agama atau hifz ad-din.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa Iduladha menjadi momentum memperbanyak amal saleh sesuai kemampuan masing-masing.
“Apabila tidak sempat melaksanakan ibadah haji, maka amal saleh yang kedua adalah ibadah kurban. Jika belum mampu berkurban, paling tidak melaksanakan puasa Arafah. Dan jika itu pun belum mampu, maka berkumpul dalam Salat Id seperti hari ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Perayaan Iduladha 1447 H di Alun-Alun Garut tahun ini berlangsung penuh makna, mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam semangat berbagi, kepedulian, dan persaudaraan. (PID DESA PANEMBONG)***
Produk warga Desa Panembong yang dipilih acak sesuai ruang layar.






















