Berita Desa

Dijuluki Kampung Sentra Bawang Merah, Desa Panembong Jadi Penopang Ekonomi Warga Garut

DESAPANEMBONG.ID,- Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, semakin dikenal sebagai salah satu sentra produksi bawang merah unggulan di Kabupaten Garut. Hamparan lahan pertanian bawang merah yang mendominasi sejumlah wilayah desa menjadikan komoditas ini sebagai penggerak utama roda perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Panembong, Yanto Kriswanto, mengatakan Desa Panembong bahkan kerap dijadikan lokasi panen raya hingga panen perdana tingkat nasional dalam rangka menjaga stabilitas stok bawang merah di dalam negeri.

“Di beberapa kampung wilayah kami, lahan pertanian memang mendominasi. Komoditas yang paling banyak ditanam adalah bawang merah. Saat ini kami juga sedang membangun kawasan khusus pertanian yang salah satunya difokuskan untuk bawang merah,” ujar Yanto saat ditemui di Perum Panorama Panembong RT. 002, RW. 008, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, kesuburan tanah di wilayah Panembong menjadi faktor utama berkembangnya budidaya bawang merah. Selain itu, tingginya minat masyarakat untuk bertani membuat komoditas ini terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Karena dua faktor itu, wajar kalau saat ini fokus kami tertuju pada bawang merah,” katanya.

Baca juga: Gebyar Pesona Budaya Garut 2026: Merayakan Harmoni Tradisi, Jejak Sejarah, dan Semangat Menuju Kemajuan

Yanto mengaku bangga dengan semangat para petani yang terus mempertahankan sektor pertanian bawang merah meski dihadapkan pada berbagai tantangan. Ia menyebut, bawang merah kini menjadi indikator pertumbuhan ekonomi masyarakat Panembong.

“Petani bawang merah di sini berasal dari semua kalangan. Bawang merah sudah menjadi barometer ekonomi masyarakat Panembong,” tegasnya.

Namun di balik potensi keuntungan besar, sektor pertanian bawang merah juga menyimpan risiko tinggi. Harga jual yang tidak stabil hingga ancaman gagal panen kerap membuat petani mengalami kerugian.

“Tapi mereka seolah tidak pernah menyerah. Bertani tetap menjadi mata pencaharian utama warga untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ucapnya.

Ia juga menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat Panembong yang cukup beragam. Meski tidak seluruh warga hidup berkecukupan, banyak petani yang mampu bertahan dan berkembang saat harga bawang merah sedang baik.

“Kalau harga bagus, tentu hasilnya sangat membantu meningkatkan ekonomi keluarga petani,” tambahnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Panembong berkomitmen terus mendorong pengembangan sektor pertanian yang dibarengi peningkatan ekonomi masyarakat, pembukaan lapangan kerja, serta perhatian terhadap pendidikan warga.

“Pengembangan pertanian harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu, ekonomi warga bisa semakin membaik,” pungkas Yanto. (PPID Desa Panembong)***

Beri Komentar