DESAPANEMBONG.ID, - Viralnya video kondisi rumah seorang lansia di Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, menuai perhatian luas di media sosial, khususnya TikTok. Dalam video tersebut terlihat rumah milik seorang lansia bernama Makrum dalam kondisi sangat memprihatinkan dan dinilai mendesak untuk segera diperbaiki.
Namun di balik viralnya video tersebut, pemerintah desa setempat menyampaikan klarifikasi. Kepala Desa Panembong, Yanto Kriswanto, menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya sudah merencanakan pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) milik Makrum sejak lama.
Menurut Yanto, pembangunan rumah tersebut telah dijadwalkan dan akan direalisasikan setelah pencairan Dana Desa tahap pertama pada Februari 2025. Ia pun menyayangkan beredarnya video viral tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak desa.
“Kami sangat menyayangkan kenapa tidak ada klarifikasi ke pemerintah desa. Seolah-olah kami tidak peduli terhadap warga,” ujar Yanto, Kamis (30/01/2025).
Yanto menilai, video tersebut memberi kesan negatif terhadap pemerintah desa, seakan-akan membiarkan warganya hidup dalam kondisi tidak layak. Padahal, kata dia, upaya penanganan sudah direncanakan bahkan bisa dipercepat jika memungkinkan, termasuk dengan meminjam bahan bangunan sambil menunggu dana cair.
Lebih lanjut, Yanto mengungkapkan bahwa beberapa tahun lalu pihak desa sebenarnya pernah menawarkan bantuan pembangunan rumah kepada Makrum melalui program rutilahu. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh pihak keluarga.
Penolakan itu terjadi karena keluarga menginginkan pembangunan rumah secara total dengan spesifikasi lebih besar, seperti dua kamar, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi dalam. Sementara bantuan dari Dana Desa hanya bersifat stimulan dengan nilai maksimal Rp10 juta.
“Dari aturan Permendesa, bantuan rutilahu itu maksimal Rp10 juta dan harus ada swadaya masyarakat. Kami tidak bisa memenuhi permintaan yang melebihi kemampuan anggaran desa,” jelasnya.
Karena tidak tercapai kesepakatan, bantuan tersebut akhirnya dialihkan kepada warga lain yang membutuhkan. Seiring waktu, kondisi rumah Makrum pun semakin memburuk hingga akhirnya viral seperti saat ini.
Kini, melihat kondisi yang semakin mendesak, pemerintah desa bergerak cepat dengan menggandeng berbagai pihak. Yanto menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan para donatur untuk melakukan kolaborasi pendanaan.
“Alhamdulillah sudah ada beberapa donatur yang siap membantu. Rencananya pembangunan akan dilakukan tahun ini dengan kolaborasi antara Dana Desa dan swadaya masyarakat,” katanya.
Selain itu, pemerintah desa juga akan mengupayakan bantuan tambahan dari pemerintah kabupaten melalui Baznas, Korpri, hingga program CSR BUMD. Langkah ini juga mendapat dukungan dari anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, yang dikabarkan akan meninjau langsung lokasi.
Yanto memastikan bahwa pembangunan rumah Makrum akan segera direalisasikan. Namun ia berharap pihak keluarga dapat memahami keterbatasan anggaran yang ada.
“Kami akan memaksimalkan pembangunan, tapi mungkin tidak sepenuhnya sesuai harapan keluarga,” pungkasnya. (Humas Desa Panembong)***